Untuk dia yang tak kusangka telah berani-beraninya
bermain-main denganku di dunia yang berbeda. Aku tak tahu harus menyebutnya ini
seperti apa, namun yang ku tahu dia ada disana. Di suatu hari yang sejuk
seperti sejuknya air mengalir melewati tenggorokan dan melepaskan segala
dahaga. Aku tak melarangnya datang, namun aku juga tak bisa memaksanya untuk
kembali. Aku harap aku akan selalu mengingatnya, dan bodohnya ternyata aku
melakukan hal yang lebih dari sekedar mengharapkan. Kau tahu? Aku bahkan
memaksa diriku untuk terus mengingatnya. Karena aku juga tak mau untuk
melupakannya, melupakan segala hal yang tak mungkin terjadi di duniaku dan
dunianya. Dan lebih bodohnya lagi, aku tak mengenalnya, seperti juga dia yang
tak mengenalku. Namun, dia lah yang memaksaku sehingga aku tergerak untuk
menuliskan tulisan ini karena aku sendiri pun sebenarnya sudah tak dapat lagi
menahannya, seseorang yang bahkan tak ku ketahui lebih dari siapa namanya. Aku
ingat waktu itu, di duniaku dan dunianya, di dunia yang nyata yang untuk
pertama kalinya aku mengenal siapa namanya. Ralat, maksudku… tahu, bukan
mengenal, sekali lagi… aku sama sekali tak mengenal dia. Ah, ternyata memang
aku harus memaksa untuk mengingatnya. Biarkan aku sedikit bercerita. “Nanti
kamu datang kan, dik?” Sungguh, aku sangat terkejut saat itu, sekitar satu
tahun yang lalu. Daya ingatku masih tinggi kan? Haha. Aku pun heran, aku tak
pernah memikirkan ini sebelum hal itu datang. “Tergantung sih, kak” Singkat,
ahh… aku sedikit kikuk waktu itu, untuk pertama kalinya aku berbicara dengan
dia. Masih dengan panggilan adik-kakak dan setelan seragam putih abu-abu dengan
sweater abu-abunya yang sering tak sengaja aku melihatnya, serta aku yang baru
kusadari betapa culunnya saat itu dengan tas ransel besar dan beberapa buku
pelajaran yang aku tenteng dengan berjalan sedikit lebih cepat setelah dia
berusaha menyamai jalanku, ah aku mengingatnya! Jikalaupun dulu aku tak
terpaksa mengikuti acara itu, akupun juga tak akan terpaksa mengenalnya sampai
sekarang, maksudku… akupun juga tak akan terpaksa mengetahui siapa namanya
sampai sekarang. Aku bersyukur! Aku ingin bergabung lagi dengan mereka, namun
egoku mengalahkan segalanya. Karena dengan mereka lah, alasanku untuk
mengetahui siapa namanya. Dan dengan tulisan tanpa tujuan dan basa-basa ini,
aku ingin mengingatnya lagi, bahwa lebih dari itu aku telah mengenalnya walau
di dunia yang berbeda, di dunia yang bahkan aku sendiri tak bisa mengiranya
akan datang.
-D

0 komentar:
Posting Komentar