RSS

Teruntuk Mereka



Teruntuk mereka yang menorehkan tinta pelangi di atas kanvas abu-abuku,
Seseorang pernah berkata padaku, masa SMA akan menjadi masa terindah dalam hidupmu. Benarkah seperti itu? Aku tak mempercayainya. Waktu itu, masa sekolah menengah pertama, guru favoritku, di depan kelas, bercerita.  Ya, lihat saja nanti kelak saat kalian sudah lulus dan melanjutkan sekolah kalian, kalian akan merasakannya sendiri. Apakah ftv? Sinetron? Atau semua karena cinta? Uhh, kenapa juga aku membahasnya sampai ke’sana’?

Seseorang juga pernah berkata padaku, masa SMA adalah masa yang tersulit bagi jenjang manusia yang berstatus sebagai ‘siswa’. Aku percaya, semua karena nilai. Aku percaya, semua karena masa depan. Dan aku percaya, opini kedua diatas tulisan ini hanyalah mitos.
Pertengahan tahun 2013, aku mengenal kalian. Pertemuan singkat yang akan berjalan panjang dan menemani hariku bersama di sebuah ruangan di belakang kanan pojok atas bagian sekolahku, XI IPA 4.

Teruntuk mereka, aku, kamu, dia, kita,  kami, dan kalian
Sepi, diam, bisu, takut, malu, dan gengsi. Pertemuan pertama kita, di kelas itu. Saat tangan-tangan menjulur mencari nama masing-masing dalam deretan daftar nama kelas, saat kepala dan badan saling menengok dan bertatapan mencari kawan sejoli masa lalu. Saat mulut berusaha membicarakan hal-hal yang terdengar garing di hadapan orang-orang asing yang belum dekat. Namun saat ini, kita dipersatukan, disini, di tempat ini, di kelas ini, dan aku berharap semoga aku, kamu, dan dia, akan tetap menjadi kita. Dan aku berharap, kalian akan menjadi salah satu bahan cerita yang menarik untuk diceritakan kelak pada anak cucu kalian, bahwa aku, kamu, dia, dan kita pernah menjalani hari-hari seindah pelangi bersama kalian yang telah melapiskan kanvas abu-abuku menjadi lebih berwarna

Blora, 2 Maret 2014
- Ariesca Devy

0 komentar:

Posting Komentar